10/19/2022

Belajar Geografi dengan Google Earth

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari fenomena geosfer yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dengan lingkungannya dalam konteks keruangan, kelingkungan dan kompleks kewilayahan. Akan tetapi geografi sekarang ini hanya dipelajari sebatas ilmu pengetahuan saja bukan seperti seharusnya sebagai bekal untuk bertahan hidup dengan nyaman secara berkelanjutan. Sebagaimana sebenarnya ada banyak artikel yang menampilkan tips-tips belajar geografi. Kalian mungkin pernah membaca bagaimana caranya belajar geografi yang menyenangkan bukan? Nah kali ini saya lebih akan membahas sisi lain bagaimana belajar geografi di era digital 4.0 ini.

Era digital 4.0 merupakan suatu kondisi zaman yang mana seluruh kegiatan yang mendukung kehidupan sudah bisa dipermudah dengan adanya teknologi yang serba canggih. Tentu kalian masih ingat bagaimana awal pandemi covid-19 menyerang seluruh dunia, dengan kita hidup di era digital ini pandemi yang terasa sangat suram terbantu oleh kemajuan teknologi. Seperti yang kita ketahui selama pandemi berlangsung kita diharuskan untuk tetap di rumah saja, dengan adanya teknologi tentu sebagai makhluk sosial setidaknya masa-masa isolasi untuk tetap di rumah saja selama pandemi berlangsung tidak memutuskan hubungan dengan orang lain untuk tetap bisa berinteraksi dengan teman, sahabat, dan saudara. Tentu saja kejadian luar biasa ini tidak hanya merubah cara pandang hidup kita melainkan juga merubah cara belajar kita.

Anak-anak sekolah yang terdampak pandemi covid-19 ini memaksa mereka untuk belajar dari rumah. Kira-kira bagaimana bisa disituasi yang tersisolir seperti ini mereka musti harus tetap belajar geografi dengan baik? Sementara belajar geografi yang menyenangkan tidak lepas dari mempelajari lingkungan sekitar secara langsung? Nah kemajuan teknologi seperti google earth inilah bisa menjadi jawabannya. Pasalnya media pembelajaran seperti peta hanya relevan jika pembelajaran bersifat konvensional sedangkan jika pembelajaran bersifat online tentu membutuhkan media pembelajaran yang lebih mobile. 

Google Earth merupakan globe virtual atau istilah lainnya Earth Viewer. Google earth memetakan bumi dengan menggunakan satelit, foto udara dan globe GIS 3D. Google earth dapat memvisualisasikan tempat dan bentuk morfologi di suatu wilayah secara nyata sesuai dengan keadaan di lapangan. Dengan melihat visualisasi dari google earth siswa tetap bisa mengidentifikasi keadaan lingkungan di sekitarnya tanpa perlu observasi langsung. 

Misalnya dengan memahami kondisi lingkungan tempat tinggal mereka yang dekat dengan daerah pesisir, siswa bisa paham bahwa wilayahnya memang rawan akan bencana hidrologi berupa banjir Rob. Selain itu dengan fitur google earth siswa dapat mengidentifikasi dan menentukan wilayah mana yang mungkin terkena banjir dan tidak terkena banjir karena dengan aplikasi ini siswa dapat melihat ketinggian wilayah. google earth ini juga dapat menampilkan data topografi wilayah dipermukaan bumi secara tiga dimensi, dengan fitur ini siswa dapat melihat kondisi lingkungan fisik seperti penggunaan lahan, ketingggian dan kemiringan lereng, selain itu aplikasi ini juga dapat menyajikan jarak tempuh suatu tempat sehingga dapat mensimulasikan titik-titik lokasi evakuasi bencana. Dengan adanya teknologi seperti google earth ini diharapkan dapat lebih membantu siswa memahami materi geografi secara komprehensif.

5/23/2022

SUHU SEMAKIN PANAS, APA YANG SEBENARNYA TERJADI DI BUMI KITA?

 

Belum lama ini suhu bumi mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini menyebabkan udara terasa sangat panas. Belum lagi jika kondisi cuaca berubah dan terjadi hujan deras setelah sebelumnya cuaca sangat terik. Kondisi ini tentu menyebabkan kebingungan di tengah masyarakat. Apakah jawaban atas pertanyaan ini adalah karena kita sedang menghadapi pemanasan global? Sebenarnya apa sih pemanasan global itu?

Pemanasan global adalah proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Selama kurang lebih seratus tahun terakhir, suhu rata-rata di permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi yang terjadi disebabkan karena meningkatnya emisi gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Emisi ini terutama dihasilkan karena aktivitas manusia. Sejak Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik, peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer bumi mencapai pucak tertingginya. Gas rumah kaca yang dihasilkan manusia telah secara drastis menaikkan suhu Bumi. Sebelum masa industri, aktivitas manusia tidak banyak mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk, pembabatan hutan, industri peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bertambah banyak dan menyumbang pada pemanasan global.

Beberapa Ilmuwan memperkirakan kondisi ini akan semakin parah jika tidak segera ditangani dengan baik. Terlebih lagi apabila selama 30 tahun ke depan emisi karbon tidak segera diturunkan dampak-dampak yang lebih mengerikan bisa saja menjadi sebuah kenyataan pahit. Dampak yang bisa terlihat gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Badai akan menjadi lebih sering. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan ini dibentuk kerjasama global lewat Perjanjian Paris. Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim dengan cara negara berkomitmen dalam mengurangi emisi karbon. Namun perjanjian ini tidak boleh dijadikan satu-satunya cara dalam menangani isu krisis iklim ini. Peran teknologi dan keberadaan hutan-hutan yang tersebar di seluruh penjuru dunia tetap harus di prioritaskan.

Hutan-hutan inilah yang bisa menjadi salah satu solusi mengatasi krisis iklim. Hutan-hutan ini bisa menjadi solusi yang murah dan efisian dalam mengurangi emisi karbon.  Indonesia adalah negara dengan jumlah hutan tropis yang luas. Oleh karena itu, sebagai warga Indonesia mari kita jaga dan lestarikan hutan kita agar generasi yang akan datang bisa hidup lebih nyaman.

8/13/2021

TEORI PUSAT PERTUMBUHAN (GROWTH AREA)


PENJELASAN:

1. TEORI PUSAT PERTUMBUHAN (CENTRAL PLACE THEORY)

Teori Pusat Pertumbuhan pertama kali dikemukakan oleh Water Chritaller dimana teori ini menjelaskan bahwa pusat kota merupakan pusat bagi daerah di sekitarnya.

(Widya ayu Saputri, XII IPS 4)

Teori tempat sentral atau central place theory adalah teori perkembangan wilayah yang dikemukakan oleh seorang ahli geografi asal Jerman, bernama Walter Christaller pada tahun 1993. Teori ini menjelaskan hubungan kota sebagai pusat pertumbuhan dengan pemukiman kecil di sekitarnya.

(Annisa Fitri Maharani, Xll IPS 3)

Central Place theory atau dinamai sebagai Teori Tempat Sentral, merupakan teori yang dikemukakan oleh Walter Christaller pada 1933. Teori ini menyatakan bahwa suatu lokasi dapat melayani berbagai kebutuhan  yang terletak pada suatu tempat yang disebutnya sebagai tempat sentral. Tempat sentral tersebut memiliki tingkatan-tingkatan tertentu sesuai kemampuannya melayani kebutuhan wilayah tersebut. Bentuk pelayanan tersebut digambarkan dalam segi enam/heksagonal.

2. TEORI SEKTOR

(Indriani Safitri, Xll ips 2)

Teori sektor  merupakan salah satu teori geografi mengenai tata letak sebuah daerah atau kawasan.Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan. Kawasan ini terdapat pabrik- pabrik kecil atau ringan dan juga toko- toko. Sektor kaum buruh atau kaum murba. 

(Manal Mufidah, Xll ips 3)

Teori sektoral merupakan salah satu teori geografi mengenai tata letak sebuah daerah atau kawasan. ... Kawasan ini terdiri atas bangunan- bangunan kantor, hotel, pasar, bank, bioskop, pusat perbelanjaan serta sektor- sektor publik dan perputaran ekonomi lainnya. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan

(Tio avani, Xll Ips 4)

Teori sektoral lebih menggambarkan kota sebagai objek yang dinamis, yang bisa berkembang dengan zonasi yang tidak merata atau berupa irisan." Teori ini muncul sebagai pengembangan dari teori konsentris yang menggambarkan perkembangan struktur kota terjadi secara melingkar dan berlapis-lapis.

(faradhita Assyifa aryani, Xll ips 1)

Teori sektoral adalah salah satu teori geografi mengenai tata letak suatu daerah atau kawasan kawasan ini terdiri atas bangunan bangunan kantor , hotel, pasar ,bank , bioskop , pusat perbelanjaan serta sektor sektor publik dan perputaran ekonomi lainnya . Sektor Kawasan industri ringan dan perdagangan .

(Irmawan, Xll ips 1)

Teori sektor  merupakan salah satu teori geografi mengenai tata letak sebuah daerah atau kawasan.

(Ananda wida, XII IPS 2)

Teori sektoral merupakan salah satu teori yang berhubungan dengan tata kota atau tata daerah. Teori sektoral ini dikemukakan oleh Homer Hoyt. Menurut teori sektoral ini adalah unit- unit kegiatan di perkotaan tidak mengikuti zona- zona teratur secara konsentris, namun membentuk sektor- sektor yang memiliki sifat lebih bebas. Menurut teori ini, struktur ruang kota cenderung berkambang berdasarkan sektor- sektor daripada berdasarkan lingkaran- lingkaran konsentrik

(Dian kapita sari, Xll IPS 2)

Teori sektoral merupakan teori yang mengemukakan bahwa kegiatan manusia (khususnya perekonomian) yang menjadi kegiatan utama, berada di pusat kota, sementara di sekelilingnya terdiri atas kegiatan produksi industri dan juga pemukiman penduduk yang dibagi atas tiga tingkatan.

(Shinta ayu aprilia, Xll Ips 2)

Teori sektoral lebih menggambarkan kota sebagai objek yang dinamis, yang bisa berkembang dengan zonasi yang tidak merata atau berupa irisan." Teori ini muncul sebagai pengembangan dari teori konsentris yang menggambarkan perkembangan struktur kota terjadi secara melingkar dan berlapis-lapis.

3. GROWTH POLE THEORY

(Nahdiatulkuroh, XII Ips 4)

Teori kutub pertumbuhan  atau sering pula di sebut teori pusat pertumbuhan kali pertama di perkenalkan oleh perroux pada 1955 . Teori ini menyatakan bahwa pembangunan sebuah kota atau wilayah merupakan hasil dari suatu proses dan tidak terjadi secara serentak, melainkan munculnya di tempat tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda . Tempat atau lokasi yang menjadi pusat pembangunan atau pengembangan dinamika kutub pertumbuhan.

(Trisakti Handayani, XII IPS 4)

Teori kutub pertumbuhan atao sering pula disebut teori pusat pertumbuhan kali pertama diperkenalkan oleh perroux pada 1955. Teori ini menyatakan bahwa pembangunan sebuah kota atau wilayah merupakan hasil proses dan tidak terjadi secara serentak, melainkan muncul ditempat tempat tertentu debgan kecepatan dan instensifas tang berbeda

4. TEORI TEMPAT SENTRAL

Teori tempat sentral oleh Walter Christaller menjelaskan pusat pelayanan (RS, Sekolah, Bank, Pasar dll) membentuk hirarki dari yang besar, sedang sampai kecil sesuai kemampuan melayani. Tempat sentral pada umumnya berupa ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten yang dilengkapi oleh sarana dan prasarana yang memadai sehingga dapat menarik penduduk sekitar untuk mengunjunginya.

4/14/2021

Pemanfaatan Teknologi Dalam Mitigasi Bencana (TANAH LONGSOR DAN BANJIR)

A. Penerapan tehnologi dalam Mitigasi bencana tanah longsor: 
(1) Permukiman perlu ditempatkan pada daerah yang lebih aman dengan sistem cluster di berbagai lokasi, 
(2) Pemilihan lokasi mempertimbangan analisis risiko bencana dan tata ruang detil, 
(3) Konservasi berbasis biogeo-engineering. Pada lembah-lembah perbukitan perlu ditanami dengan pepohonan jenis kayu yang memiliki perakaran dalam, berfungsi sebagai penahan longsor. Buffer zone antara kawasan perlindungan dengan kawasan budidaya di bagian bawahnya dibuat dengan tanaman pohon yang kuat, ditanam rapat dan membentuk sabuk hijau yang tebal, 
(4) Perlu dibangun sistem peringatan dini longsor berbasis kondisi geologi dengan aspek dinamis curah hujan, 
(5) Perlu dibuat peta kerentanan longsor yang dinamis dengan skala detil, 
(6) Perlu dievaluasi secara resiko bencana longsor tentang keberadaan permukiman 
 
B. Bencana banjir: 
Upaya pengendalian banjir melalui pemanfaatan teknologi itu adalah sebagai berikut: Pertama, dengan membuat lubang resepan biopori. Teknologi ini digunakan untuk kawasan perumahan dan pusat pertokoan/perbelanjaan yang merupakan perubahan tata guna lahan dari areal resepan menjadi kedap air. Teknologi lubang resapan biopori berfungsi untuk mengurangi limpasan air hujan dengan meresapkan lebih banyak volume air ke dalam tanah sehingga mampu meminimalkan kemungkinan terjadinya banjir. Lubang resapan biopori merupakan salah satu rekayasa teknik konservasi air. Berupa lubang-lubang yang dibuat pada permukaan bumi yang berperan sebagai pintu masuk air hujan yang jatuh ke permukaan bumi. Kedua ,menggunakan drainase sumur resapan. Teknologi ini memanfaatkan ruang kosong di antara butir-butir tanah di atas permukaan air tanah untuk mengalirkan air hujan hingga ke muka air tanah. Dua syarat minimal yang diperlukan agar sistem sumur resapan bekerja adalah adanya ruang antara dasar sumur dengan muka air tanah dan permeabilitas tanah yang cukup. Teknologi ini cenderung mudah untuk di aplikasikan. Hal pertama yang harus diketahui adalah kedalaman muka air tanah dari permukaan tanah. Hal ini bisa diketahui dari kedalaman sumur di sekitarnya. Ketiga, sistem sumur injeksi. Teknologi ini telah digunakan oleh pemerintah Jerman untuk mengolah natural resource menjadi lebih berguna. Pada sistem ini air dimanfaatkan sebagai potensi dalam memperbaiki lingkungan, sedangkan pada waduk dan sodden air yang melimpah dialirkan kelaut secara Cuma-Cuma. Keempat, pemanenan air hujan (rainwater harvesting). Upaya yang satu ini sudah diterapkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Konsep pemanenan air hujan adalah penerapan konsep detensi dan retensi, yaitu menahan atau menampung air hujan yang selanjutnya diserapkan ke dalam tanah. Tujuan pemanfaatan kolam detensi dan retensi adalah untuk menurunkan puncak banjir dan memperbaiki kandungan air tanah suatu wilayah. Penerapan tehnologi dalam mitigasi bencana gempa bumi yaitu dengan menggunakan seismograf untuk mengetahui seberapa besar kekuatan getaran muka bumi. Selain itu juga menggunakan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk mengetahui peta daerah rawan banjir.

1/26/2021

MENJAWAB PERTANYAAN SEPUTAR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) OLEH KELAS XII IPS SMA N 3 BREBES

1. Apa dampak positif SIG jika menyebar luas? (Ditanyakan oleh Hafizhatul, 12 IPS 1)
Dijawab oleh Bunga Madinah, 12 IPS 1.
- Dapat memetakan lokasi pembangunan
- Analisis pembangunan infrastruktur telekomunikasi sesuai dengan kebutuhan pasar

2. Apakah SIG bisa menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan? (Ditanyakan oleh Tapsirudin, 12 IPS 2)
Dijawab oleh Bunga Madinah, 12 IPS 1.
Peretasan jaringan komunikasi dengan melihat analisis kondisi permukaan bumi.

3. Sebutkan kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi dalam proses manipulasi dan analisis data dalam SIG! (Ditanyakan oleh Suci Karisma Basrah, 12 IPS 1)
Dijawab oleh Muhammad Faaiz, 12 IPS 1.
- Tidak tepatnya interval kelas.
- Penyimpangan batas sehingga terdapat perbedaan luas pada tumpang susun poligon.
- Penyimpangan dalam melakukan tumpang susun beberapa peta.

4. Jelaskan perkembangan sig dari masa ke masa? (Ditanyakan oleh Melina Apriliani, 12 IPS 3)

- Tahun 1964 SIG pertamakali berkembang sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Rehabilitasi pemerintah Kanada. SIG Kanada dirancang untuk menganalisis pendataan penyediaan tanah dan pengembangan lahan pertanian. Proyek ini selesai pada 1971 dan software tersebut masih digunakan hingga sekarang. Proyek tersebut merupakan dasar dari pengembangan unit perangkat lunak selanjutnya sampai sekarang.

- Tahun 1960-1970 SIG berkembang di instansi pemerintah dan universitas. 
Pada 1964, Howard Fisher mendirikan Harvard Lab for Computer Graphics dimana banyak para pimpinan industri mempelajarinya. Harvard Lab menghasilkan sejumlah aplikasi SIG seperti SYMAP (Synagraphic Mapping System), CALFORM, SYMVU, GRID, POLYVRT dan ODYSSEY. ODYSSEY merupakan SIG berbasis vektor modern dan banyak fitur lainya yang membentuk kerangka dasar untuk aplikasi komersial pemetaan di masa depan.  Sistem Pemetaan otomatis kemudian dikembangkan oleh Badan Intelijen Amerika CIA pada akhir 1960an. Proyek ini kemudian melahirkan CIA World Data Bank dengan koleksi garis pantai, sungai, batas politik dan software CMA menciptakan peta dengan berbagai data dan skala berbeda. Perkembangan ini merupakan database peta sistematik pertama di dunia Di tahun 1969, Jack Dangermond yang belajar di harvad Lab mendirikan Environmental System Research Institute (ESRI) bersama istrinya Laura.  

ESRI beberapa tahun kemudian mendominasi kekuatan di pasar SIG dengan menciptakan ArcInfo dan ArcView software. Konferensi pertama tentang SIG digelar pada 1979 dan diprakarsai oleh Roger Tomlinson dan Duane Marmer.

- Tahun 1980-1990, banyak aplikasi GIS mengalami evolusi besar dalam hal fitur dan kekuatan analisis. Berbagai fitur dikembangkan dan dikuatkan karena melihat potensi komersial masa depan software ini. Beberapa aplikasi komersial yang populer diluncurkan selama periode ini meliputi: ArcInfo, ArcView, MapInfo, meliputi GIS, GIS PAMAP, INTERGRAPH, dan Smallworld. 

- Tahun 2000-Sekarang penggunaan SIG sudah merambah ke ponsel smartphone. Semua lapisan masyarakat kini menikmati layanan SIG bahkan untuk mencari nafkah seperti Gojek, Grab dan moda transportasi online lainnya.

5. Apakah tujuan yang paling penting dari sig terutama untuk kondisi sekarang ini? (Ditanyakan oleh Dhea Ayu Windasari, XII IPS 2)
Perubahan iklim menjadi isu global pada saat ini, perubahan iklim atau istilah sekarang yang digunakan yaitu krisis iklim adalah gambaran perubahan jangka panjang pada suhu global dan pola cuaca. Dengan memanfaatkan teknologi SIG maka dapat menganalisis dampak perubahan iklim dan bagaimana upaya mitigasi yang harus dilakukan terhadap perubahan iklim.
6. Selain bermanfaat pada pandemi yg sedang terjadi (bidang kesehatan), SIG juga bermanfaat dibidang apalagi terutama pada saat ini? ( DItanyakan oleh Jasmine Azzahra, XII IPS 4)
Pemanfaatan SIG bisa gunakan di berbagai bidang, namun khusus saat ini di Indonesia SIG dapat dimanfaatkan terutama di Bidang Pendidikan, Kelautan, Transportasi, Kesehatan, Pariwisata, Kependudukan, dan Sumber daya alam.

11/12/2020

(Teori Interaksi Keruangan) KELAS XII IPS SMA N 3 BREBES

 LATIHAN SOAL

1.        Wilayah Jaya Abadi berpenduduk 55.000 jiwa dan wilayah Makmur Sentosa berpenduduk 72.000 jiwa. Jarak antara wilayah Jaya Abadi dan Makmur Sentosa 30 km. Menurut rumus Carrothers kekuatan interaksi antara wilayah Jaya Abadi dan Makmur Sentosa adalah . . . .

Dijawab oleh : Aminatul khoiriyah, Savira cahayani ardiana (12 IPS 2), Jasmine Azzahra, Putri Sahlia R (12 IPS 4)

Diketahui:

Jumlah penduduk Jaya Abadi = 55.000 jiwa

Jumlah penduduk Makmur Sentosa = 72.000 jiwa

Jarak Jaya Abadi dan Makmur Sentosa = 30 km

Kekuatan interaksi antara Jaya Abadi dan Makmur Sentosa menurut rumus Carrothers sebagai berikut.

Jadi, kekuatan interaksi antara wilayah Jaya Abadi dan Makmur Sentosa sebesar 132.000.000.

 

2.        Sebuah swalayan akan dibangun di antara Kota Intan dan Kota Mutiara. Jumlah penduduk Kota Intan 18.000 jiwa. Jumlah penduduk Kota Mutiara 2.000 jiwa. Kedua kota tersebut berjarak 20 km. Lokasi yang tepat untuk membangun swalayan tersebut berada . . . .

Dijawab oleh : Rinah lufpiani (12 IPS 2)

Lokasi swalayan yang akan dibangun dihitung menggunakan rumus titik henti berikut.

Jadi, swalayan dibangun pada jarak 5 km dari kota Mutiara yang berpenduduk lebih sedikit.

 

3.        Wilayah X, Y, dan Z berada dalam satu kota. Jumlah penduduk wilayah X adalah 20.000 jiwa, wilayah Y sebesar 10.000 jiwa, dan wilayah Z sebesar 30.000 jiwa. Jarak antara wilayah X dan Y adalah 50 km, sedangkan jarak antara Y dan Z adalah 100 km. Kekuatan interaksi manakah yang lebih besar antara X dan Y dengan Y dan Z?

Dijawab oleh : Zahra Shabira (XII IPS 4), Tania (12 IPS 2)

 

Kekuatan interaksi antara wilayah X, Y, dan Z sebagai berikut.



 

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa kekuatan interaksi X dan Y lebih besar daripada kekuatan interaksi Y dan Z.

 

4.        Jarak kota R dan kota S adalah 24 km. Jumlah penduduk kota R adalah 24.000 jiwa dan jumlah penduduk kota S adalah 600.000 jiwa. Lokasi yang tepat dibangun pusat perbelanjaan di antara kota tersebut adalah . . . .

Dijawab oleh : Rinah lufpiani (12 IPS 2)

 Jarak ideal pendirian pasar sebagai salah satu pusat pelayanan menggunakan teori titik henti.

 

Jadi, lokasi pembangunan pusat perbelanjaan berada 4 km dari kota R yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.

5. Perhatikan gambar pola konektivitas antarwilayah berikut!


Indeks konektivitas pada gambar tersebut adalah . . . .

Dijawab oleh : Zahra Shabira (XII IPS 4)

Diketahui:

Jumlah jalan sebanyak 9.

Jumlah kota sebanyak 5.

Indeks konektivitasnya dapat dihitung sebagai berikut.


Jadi, indeks konektivitas pada gambar adalah 1,8.

 

11/09/2020

QNA MAPEL GEOGRAFI (X) KELAS VIRTUAL SMA N 3 BREBES


1. Apa itu geografi regional? (Ditanyakan oleh: Assita Anggun)

Jawaban : 

Geografi regional adalah suatu studi tentang variasi penyebaran gejala dalam ruang pada suatu wilayah tertentu baik secara local, negara maupun wilayah yang luas seperti benua. Geografi regional mempelajari hubungan yang bertautan antara aspek-aspek fisik dengan aspek manusia dan kaitan keruangan di suatu wilayah/region tertentu. Geografi regional salah satunya mempelajari kerjasama antara negara-negara dalam satu kawasan seperti kerjasama APEC, ASEAN, EU.

2. Apa itu pengertian tentang lokasi absolut? (Ditanyakan oleh: Dani Setiawan, Ida Nasiyatun, Ikbal Maulana, Krisna Pramuja, Miftakhus Salam, Nur Agung Usman Maulana)

Jawaban : 

Lokasi absolut menggambarkan posisi suatu tempat yang pasti dan tidak pernah berubah. Lokasi ini berdasarkan sistem koordinat. Contoh: Indonesia terletak di antara 6°LU-11°LS, dan di antara 95°BT-141°BT.

3. Apa penyebab bencana di dunia? (Ditanyakan oleh: Devi Nurpahmi)

Jawaban :

Bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Bencana yang disebabkan faktor alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Sedangkan bencana karena faktor non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Adapun bencana yang disebabkan faktor sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror.

4. Mengapa ilmu geografi penting untuk kita ketahui? (Ditanyakan oleh: Indah Winarsih)

Jawaban:

Ilmu geografi penting untuk dipelajari karena makhluk hidup tinggal di bumi. Geografi pada dasarnya ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Mempelajari geografi penting untuk mengenali lingkungan sekitar. Dari ilmu Geografi, kita bisa menentukan cara hidup yang tepat di lingkungan itu. 

5. Apa perbedaan fisis determinis dan possibilisme? (Ditanyakan oleh: Mahmudin)

Jawaban :

Fisis determinisme merupakan pemahaman geografis yang menyatakan bahwa semua kehidupan manusia dipengaruhi dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Contoh mengenai aktivitas manusia yang terpengaruh oleh alam adalah pertanian hanya berkembang di daerah subur. Dulu pertanian hanya akan ditemukan di daerah-daerah yang memiliki tanah subur dan memiliki akses irigasi yang baik. Hal ini terjadi karena saat itu, manusia tidak mampu membangun bendungan untuk mengairi sawah di lahan kering semuanya masih dilakukan secara tradisional dan memanfaatkan alat-alat yang seadanya.

Fisis Possibilisme merupakan pandangan yang menganggap bahwa manusia mampu mengubah alam disekitarnya agar sesuai dengan kebutuhan manusia. Disini, manusia tidak hanya dianggap sebagai aktor pasif yang hanya menerima nasib, mereka bisa mengubah nasib mereka.

Alam menyediakan potensi dan masalah, manusia yang memanfaatkan dan mengatasi hal tersebut dengan kecerdasan dan teknologi.

Salah satu pencetus paham possibilisme adalah Paul Vidal de la Blache yang merupakan seorang geografer Prancis dan salah satu tokoh ilmu geopolitik Prancis.

Contoh: Membangun Perkotaan di Pegunungan, pembangunan kota-kota besar di kawasan pegunungan oleh negara Swiss dan Norwegia menjadi salah satu bukti teknologi dapat mengalahkan keterbatasan yang diberikan oleh alam sekitar. Teknologi seperti pesawat, pipa-pipa bawah tanah, terowongan menembus gunung, dan kereta cepat memungkinkan kota-kota ini untuk terhubung kepada jaringan kota-kota di Eropa dan diseluruh dunia.

6. Apa yang dimaksud dengan persebaran dan keterbatasan penduduk di muka bumi? (Ditanyakan oleh: Moh. Fahrizal)

Jawaban :

Persebaran penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara.

- Jenis- jenis persebaran penduduk:

Persebaran penduduk dibagi menjadi dua, yaitu: 

a. Persebaran penduduk secara geografis

Merupakan karakteristik penduduk menurut batas-batas alam seperti pantai, sungai, danau, dan lainnya. 

b. Persebaran penduduk secara administrasi pemerintah

Merupakan karakteristik penduduk menurut batas-batas wilayah administrasi yang ditetapkan oleh suatu negara, misalnya jumlah penduduk di desa Gandasuli atau kecamatan Paguyangan.

Keterbatasan/Kekurangan Penduduk adalah kondisi dimana jumlah penduduk lebih sedikit daripada luas wilayahnya, biasanya kekurangan penduduk ini terjadi pada negara yanng telah maju seperti halnya Jepang, Rusia, dan Singapura. Di negara Jepang penyebab dari kekurangan penduduk sendiri disebabkan oleh turunnya tingkat kelahiran.

7. Jelaskan tentang geografi teknis? (Ditanyakan oleh: Puti Aulya Syahrani, Ravi Rio Vazari)

Jawaban : 

Geografi teknik pada dasarnya adalah metode-metode yang digunakan untuk memvisualisasikan data spasial dan aspasial untuk mendukung analisis geografi. Geografi teknik meliputi Kartografi, Penginderaan Jauh, SIG, Data Science.

Manfaat dari grografi teknik yang biasa kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah google maps, Peta, google earth dll.

8. Bagaimana penjelasan tentang konsep geografi? (Ditanyakan oleh: Uswatun Khasanah)

Jawaban : 

Konsep geografi meliputi:

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi menjelaskan tentang suatu fenomena geosfer yang berkaitan dengan letaknya dipermukaan bumi. 

a. Lokasi absolut yaitu lokasi suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujur (letak astronomis). Contoh: Indonesia terletak 6oLU – 11oLS dan 95 BT -141 BT

b. Lokasi relatif yaitu lokasi suatu tempat dipermukaan bumi apabila dilihat dari tempat lain disekitarnya (letak geografis). Contoh: Indonesia terletak diantara benua Asia dengan benua Australia dan diapit oleh Samudera Pasifik dengan samudera Hindia.

2. Konsep Jarak

Konsep jarak pada geograf menjelaskan ruang yang menghubungkan antara dua lokasi/ obyek dengan ukuran meter maupun waktu. 

Konsep jarak dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. Jarak absolut yaitu ruang atau sela antar wilayah yang diukur menggunakan satuan panjang. Contoh: Jarak antara kota X dengan kota Y adalah 35 km.

b. Jarak relatif yaitu ruang atau sela antar wilayah yang diukur dengan mempertimbangkan rute, waktu atau biaya. Contoh: Jarak kota X dengan kota Y dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan sepeda motor.

3. Konsep Keterjangkauan

Konsep keterjangkauan menjelaskan keterkaitan antara jarak dengan karakteristik wilayah/ kondisi medan yang berhubungan dengan aksessibilitas untuk mencapai suatu tempat/ lokasi. Konsep ini juga berkaitan dengan kelengkapan sarana dan prasarana transportasi.

Contoh: Aksesbilitas sebuah tempat menjadi faktor pendorong wilayah tersebut berkembang dengan cepat atau tidak.

4. Konsep Pola

Konsep pola menjelaskan tentang susunan, bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang di permukaan bumi. Terdapat pola dalam fenomena fisik (tercipta secara alami) maupun sosial (dampak kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam). 

Contoh: permukiman nelayan di daerah pantai cenderung berbentuk memanjang mengikuti garis pantai (pola permukiman linier pantai).

5. Konsep Morfologi

Konsep morfologi membahas berbagai macam bentuk muka bumi yang dihasilkan oleh tenaga dari maupun dari luar bumi. Contohnya: Bentuk daerah dieng berupa dataran tinggi. 

6. Konsep Aglomerasi

Konsep aglomerasi menjelaskan tentang fenomena di permukaan bumi yang memiliki kecenderungan memusat atau mengelompok dengan karakteristik yang sama. Contoh: Berdasarkan tingkat perekonomian masyarakat, permukiman penduduk dibedakan atas permukiman kumuh, permukiman kelas pekerja dan permukiman kelas atas.

7. Konsep Nilai Guna

Menjelaskan tentang kegunaan potensi yang dimiliki sebuah wilayah. Contoh: Lokaksi Desa Sumberrejo yang terletak dilereng pegunungan dimanfaatkan untuk pengembangan agro wisata. 

8. Konsep Interaksi Interdependensi

Menjelaskan tentang kondisi wilayah dipermukaan bumi yang saling melengkapi dan saling tergantung. Contoh: Hubungan kerjasama antara wilayah produsen beras dengan wilayah lain yang berperan sebagai konsumen beras.

9. Konsep Keterkaitan Keruangan

Menjelaskan hubungan sebuah fenomena social dengan keadaan lingkungan sekitar. Contoh: Masyarakat di sekitar pantai menggunakan baju tipis karena suhu udara yang cukup panas.

10. Konsep Diferensiasi Area

Menjelaskan bahwa antara satu tempat dengan tempat yang lain memiliki perbedaan berdasarkan karakteristik wilayahnya. Contoh: Suhu udara di tempat yang memiliki ketinggian lebih dari 2.500 meter lebih kecil daripada suhu udara yang dekat dengan pantai.


3/18/2020

TUGAS ANTROPOLOGI KELAS XI BAHASA SMA N 3 BREBES

Bacalah materi pada LKS Antropologi halaman 36-37 tentang Internalisasi dan Adaptasi dalam proses pewarisan nilai kultural.

Tugas :
1. Buatlah ringkasan materi tersebut.
2. Bagaimana Proses pewarisan nilai-nilai kultural di sekitar tempat tinggal anda? Utarakan pendapatmu!
3. Apa pendapatmu terkait pengaruh media massa dan media eletronik dalam proses pewarisan budaya?

- Jawab pertanyaan diatas pada kolom komentar dibawah
- Sertakan Nama lengkap, No. Absen dan Kelas
- Komentar paling lambat diterima tanggal 25 Maret 2020
- Tidak komentar dianggap tidak masuk

1/14/2020

Gagasan Tol Laut di Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang memiliki laut yang luas dan garis pantai yang panjang, sektor maritim dan kelautan berperan penting bagi Indonesia baik dalam aspek ekonomi dan lingkungan, social budaya, hukum dan keamanan (Forum Rektor Indonesia, 2015). Posisi geografis Indonesia sangat strategis. Indonesia terletak di antara persilangan dua benua dan dua samudra, hal tersebut menjadikan wilayah laut Indonesia sebagai urat nadi perdagangan dunia. Hal itu dapat dibuktikan dari Selat Malaka dan jalur ALKI yang secara umum merupakan jalur perdagangan strategis yang dilalui kapal-kapal perdagangan dunia dengan volume perdangangan mencapai 45 persen dari total nilai perdagangan seluruh dunia (Nugroho, 2014). Özpeynirci, et. al (2012) menyatakan bahwa struktur geografis merupakan alasan utama suatu negara atau wilayah untuk menentukan sistem transportasi yang digunakannya.

Melihat fakta-fakta struktur geografis Indonesia, dimana wilayah laut Indonesia lebih luas dari wilayah daratannya, seharusnya transportasi laut menjadi prioritas penggunaan, pengembangan dan perbaikan. Transportasi laut berperan penting dalam menghubungkan satu daerah dengan pulau lain sehingga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi daerah (transport promote the trade) serta menunjang perekonomian yang telah berkembang (trade follow the ship). Fakta lapangan memperlihatkan bahwa transportasi laut di Indonesia belum menjadi prioritas penggunaan, pengembangan dan perbaikan. Aktivitas distribusi barang di Indonesia masih menggunakan jalur darat yaitu sebesar 90%, sementara jalur laut hanya dimanfaatkan sebesar 9% dan 1% menggunakan kereta api (Neraca, 2014). 

Kualitas pelabuhan Indonesia berada di peringkat 96 dunia, sementara kualitas pelabuhan Singapura dan Malaysia masing-masing di peringkat 2 dan 19 dunia. Kualitas ini dinilai dari durasi dwelling time di Indonesia pada akhir 2015 yang membutuhkan waktu selama 5-6 hari, sedangkan di Malaysia kurang dari 4 hari, dan di Singapura hanya kurang dari 2 hari (Martono, 2016). Pembangunan infrastruktur Indonesia (baik infrastruktur pelabuhan maupun jalan dan jembatan) mayoritas masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga pengiriman barang ke wilayah timur Indonesia menjadi mahal. Kapal yang penuh mengangkut barang ke wilayah Timur juga seringkali kembali ke Pulau Jawa dalam keadaan kosong atau hanya memuat sedikit barang saja. Tidak adanya barang yang diangkut dari Indonesia Timur inilah yang menyebabkan kebanyakan perusahaan pelayaran enggan untuk menentukan jadwal yang tetap untuk keberangkatan kapal pengangkut barang ke dan dari Indonesia Timur (ship follow the trade).

Berbagai permasalahan diatas menimbulkan kesenjangan harga barang-barang antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur, atau yang biasa kita kenal dengan disparitas harga. Solusi atas masalah disparitas harga yang terjadi antara wilayah barat dan wilayah timur Indonesia tersebut diberikan Presiden RI Joko Widodo dengan meluncurkan program tol laut. Tol Laut merupakan sistem jalur distribusi logistik menggunakan angkutan kapal barang dengan rute terjadwal dari ujung barat hingga timur dan dari utara ke selatan Indonesia. Tol laut bertujuan untuk mengembangkan ekonomi maritim, dengan menjadikan laut sebagai basis konektivitas produksi dan pemasaran antar daerah/pulau di Indonesia dan regional. Pemerintah berharap dengan adanya program tol laut ini dapat menurunkan biaya logistik yang selama ini memegang kunci penting untuk disparitas harga yang terjadi antara pulau Jawa dan pulau non-Jawa. Sehingga, stabilitas harga barang maupun komoditas antar daerah dapat terjaga. 

1) Pengertian Tol Laut
Pengertian Tol Laut yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo merupakan suatu konsep memperkuat jalur pelayaran yang dititikberatkan pada Indonesia bagian Timur. Konsep tersebut selain untuk mengkoneksikan jalur pelayaran dari barat ke timur Indonesia juga akan mempermudah akses niaga dari negara-negara Pasifik bagian selatan ke negara Asia bagian Timur. Ide dari konsep tol laut tersebut akan membuka akses regional dengan cara membuat dua pelabuhan besar berskala hub international yang dapat melayani kapal-kapal niaga besar diatas 3.000 TEU atau sekelas kapal panamax 6000 TEU. Melalui realisasi rencana tersebut diharapkan Indonesia dapat memiliki peran yang signifikan dalam mendukung distribusi logistik internasional.

2) Sebab Munculnya Gagasan Tol Laut
Pemerintah mengungkapkan pentingnya pembangunan tol laut guna meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia. Sebab, terkoneksinya antar wilayah dari Sabang hingga Merauke mampu memberi dampak positif. Pemerintah memaparkan, dengan berfungsinya tol laut berupa kapal laut yang bergerak dari barat ke timur Indonesia, dapat memudahkan pengiriman barang, dari barat Indonesia ke wilayah timur misalnya. Pemerintah meyakini bahwa dengan tersambungnya pulau-pulau di Indonesia dengan tol laut, diharapkan mampu menekan perbedaan atau disparitas harga yang tinggi antara wilayah barat dan timur Indonesia. Namun, kendala yang ada terkait infrastruktur tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda pembangunan infrastruktur, khususnya tol laut. Dengan adanya tol laut diharapkan harga-harga barang bisa lebih terkendali. Dengan begitu, disparitas harga bisa diminimalkan.

3) Cara Yang Dilakukan Pemerintah Menjalankan Fungsi Tol Laut
Strategi dan kebijakan pemerintah yang banyak memusatkan fitur pada jalan darat membuat banyak pengirim barang memilih jalur ini. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi membuat lalu lintas kargo tumbuh secara eksponensial lebih pesat di luar pertumbuhan jalan raya yang dibangun, tak ayal menyebabkan adanya kemacetan. Hal ini menjadi masalah yang signifikan bagi sistem logistik. Disisi lain, program tol laut ini akan siap mengakomodasi pengalihan muatan kargo dari jalan darat menuju transportasi laut.
Demi mengatasi masalah konektivitas secara efektif, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia harus mengubah paradigma, evaluasi, dan mendefinisikan ulang strategi besar yang ada. Sebagai kebijakan baru dan belum diimplementasikan, program tol laut berpotensi berdampak untuk mengatasi masalah konektivitas.
Demi memenuhi standar untuk menjadikan tol laut sebagai konektivitas yang efisien tersebut, pemerintah harus membentuk satuan tugas antar kementerian terkait, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan yang berjalan selaras baik dalam koordinasi, program maupun kebijakan di bawah Kementerian Koordinasi Maritim. Selanjutnya, Kementerian BUMN perlu menugaskan BUMN Pelabuhan Indonesia untuk terlibat langsung dalam pengembangan, peningkatan, dan pengoperasian pelabuhan. PT Marga Jasa dan PT Kereta Api Indonesia memprioritaskan pengembangan jaringan transportasi jalan raya dan kereta api antara pelabuhan dan daerah pedalamannya. Adapun PT Pelayaran Nasional Indonesia akan mengoperasikan kapal kontainer di koridor laut utama dan lilitannya.
Selanjutnya, Kementerian Perhubungan mengevaluasi dan menganalisa kebijakan dan logistik yang berdampak pada program tol laut. Hal yang sama berlaku bagi Kementerian PUPR yang berperan sebagai ortoritas dan regulator pada konsesi jalan raya. Kemudian, Kementerian Keuangan menyiapkan kebijakan insentif fiskal untuk mendorong pengiriman kargo dari angkutan darat ke angkutan laut serta merelokasi dan membangun pabrik di Kawasan Timur Indonesia. Sebagai koreksi terhadap strategi besar yang ada, program tol laut tidak diragukan lagi merupakan solusi yang paling tepat bagi Indonesia untuk mengatasi masalah konektivitas, dan tingginya biaya logistik serta pembangunan yang tidak merata karena terbukti secara teoritis banyak negara maju mengakui bahwa transportasi laut adalah transportasi yang paling efisien.

4) Dampak Tol Laut
Efek program tol laut yang menjadi andalan pemerintahan Jokowi-JK, dengan salah satunya peningkatan fasilitas pelabuhan diyakini mulai terasa dengan menekan biaya logistik dan membuat harga murah. Diterangkan sejauh ini sudah terdapat penurunan harga di luar Jawa serta membuat biaya produksi lebih efesien. Tol laut dapat membuat harga menjadi lebih murah, lantaran kapal kini terjadwal untuk datang sehingga pembangunan juga lebih cepat terlaksana. Tol laut merupakan jalur pelayaran bebas hambatan, menghubungkan pelabuhan-pelabuhan antar pulau di Indonesia. Setelah terhubung dengan tol laut, maka diharapkan tidak ada lagi kelangkaan barang seperti sembako, kelangkaan BBM, dan semen.

5) Kebijakan Tol Laut
Kebijakan tol laut merupakan produk kebijakan publik sebagai pengejawantahan Nawacita Presiden Jokowi berupa konektivitas laut secara efektif dengan kapal yang berlayar secara rutin dan terjadwal. Tujuan kebijakan tol laut untuk menekan disparitas harga dan kepadatan lalu lintas. Dampak kebijakan tol laut terhadap aspek lingkungan yaitu hadirnya tol laut membuat meningkatnya kepadatan lalu lintas menjadi ramai, adanya kerusakan jalan di dalam pelabuhan. Kebijakan publik selalu memiliki tujuan, seperti kebijakan pemerintah membangun Tol Laut untuk menggerakkan roda perekonomian secara efisien dan merata dan mengurangi kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni dan saat Hari Libur Nasional ataupun Perayaan Umat Islam.

6) Implementasi Tol Laut
Pemerintah atau PT PELNI sebagai pelaksana program tol laut memiliki rute yang lebih panjang jika dibandingkan dengan perusahaan pelayaran swasta. Untuk ketiga trayek yang dimilikinya, tol laut melalui masing-masing 6 kota, sedangkan perusahaan pelayaran swasta untuk setiap rute yang mereka miliki, hanya melalui 2 sampai 5 kota. Rute yang dijalankan dalam program Tol Laut adalah rute baru.
Perbedaan jumlah frekuensi pelayaran milik PT PELNI dan perusahaan pelayaran swasta untuk ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia Timur disebabkan oleh 2 faktor, yaitu panjangnya rute dan jumlah kapal yang dimiliki. Lebih panjangnya rute yang dimiliki tol laut menyebabkan kapal-kapal tol laut membutuhkan waktu berlayar yang lebih lama dibandingkan dengan kapal-kapal perusahaan pelayaran swasta yang memiliki rute yang lebih pendek. Untuk trayek 1 dan trayek 3 kapal tol laut membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan pulang-pergi, sedangkan untuk trayek 2 kapal tol laut membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan untuk pulang pergi. Selain karena perbedaan panjang rute yang dimiliki, perbedaan jumlah kapal yang dimiliki PT PELNI dan perusahaan pelayaran swasta juga mempengaruhi frekuensi pelayaran keduanya. PT PELNI yang sebelumnya hanya melayani kapal penumpang, hanya memiliki 1 kapal barang untuk masing-masing trayek, sedangkan untuk menjalankan tiap-tiap rutenya, perusahaan pelayaran swasta memiliki minimal 2 kapal. Faktor-faktor inilah yang akhirnya menjadi penyebab perbedaan frekuensi pelayaran antara tol laut dan perusahaan pelayaran swasta.
Pada awal mula dijalankannya program tol laut, sebagian besar kapal tidak memiliki muatan yang cukup. Namun, berdasarkan data penelitian, jumlah muatannya terus mengalami kenaikan. Rata-rata muatan tiap kapal sebesar 100 TEUs ke atas yang menyebabkan kapal-kapal tol laut berhasil memenuhi sekitar 95% s/d 100% dari kapasitas maksimal muatan kapal untuk setiap keberangkatan. Rute pelayaran tol laut lebih panjang jika dibandingkan dengan rute pelayaran swasta. Hal tersebut menyebabkan frekuensi pelayaran kapal tol laut lebih sedikit jika dibandingkan dengan frekuensi pelayaran swasta, akibatnya meskipun jumlah muatan kapal tol laut mengalami kenaikan dan memiliki garis trend positif, tetapi volume muatan yang diangkut oleh kapal tol laut masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan volume muatan yang diangkut pelayaran swasta. Berdasarkan hasil penelitian frekuensi pelayaran dan volume muatan kapal tol laut untuk rute dari Surabaya ke Indonesia Timur jauh lebih kecil dibandingkan dengan frekuensi pelayaran dan volume muatan kapal swasta dikarenakan panjangnya rute yang ada. Selain itu frekuensi kota-kota tujuan yang dikunjungi dalam rute-rute tol laut, seperti kota Fak-Fak, Kalabahi, Merauke, dan Lewoleba memiliki garis trend negatif dengan kecenderungan mengalami penurunan jumlah muatan.
Program tol laut selama ini telah dilaksanakan dengan rute dan frekuensi yang konsisten sehingga dapat menjamin ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang penting di kota-kota yang menjadi tujuan ketiga trayek tol laut. Rute tol laut dari Surabaya ke Indonesia Timur dan sebaliknya merupakan rute pelayaran baru yang ditetapkan oleh pemerintah dengan tujuan mengurangi disparitas harga dan meningkatkan perekonomian daerah.

7) Dampak Kebijakan Tol Laut Terhadap Aspek Lingkungan
Analisis aspek lingkungan dilakukan untuk menjawab “apakah lingkungan setempat sesuai dengan tol laut yang akan dijalankan dan apakah manfaat tol laut bagi lingkungan lebih besar dibandingkan dampak negatifnya?’ Gagasan Tol laut dinyatakan layak berdasarkan aspek lingkungan sesuai dengan kebutuhan gagasan tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dampak negatifnya bagi Indonesia. Aspek lingkungan dalam studi kelayakan bertujuan untuk: Menganalisis dampak positif maupun negatif tol laut terhadap lingkungan. Menganalis usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif gagasan tol laut terhadap lingkungan. Aspek Lingkungan dalam Tol laut harus dianalisis dengan cermat. Hal ini disebabkan lingkungan disatu sisi dapat menjadi peluang, namun disisi lain lingkungan juga dapat menjadi ancaman bagi perkembangan industri. Keberadaan Tol laut dapat berpengaruh terhadap lingkungan, baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan ekologi yang akan dijalankan. Tol laut dapat menimbulkan berbagai aktivitas sehingga menimbulkan dampak bagi lingkungan disekitarnya. Perubahan kehidupan masyarakat sebagai akibat dari adanya aktivitas Tol laut dapat berupa semakin ramainya lokasi disekitar lokasi, timbulnya kerawanan sosial, timbulnya polusi lingkungan, juga meningkatnya arus lalu lintas laut.

8) Manfaat Sosial Tol Laut
Tol laut menyediakan berbagai kemudahan, di antaranya: a. Pelayanan untuk perorangan atau kelompok, b. Pertukaran atau penyampaian informasi, c. Perjalanan untuk bersantai, d. Memendekkan jarak, e. Memencarkan penduduk

9) Manfaat Kewilayahan Tol Laut
Selain dapat memenuhi kebutuhan pendudduk di kota,desa dan pedalaman, keberhasilan implementasi tol laut dapat memenuhi perkembangan wilayah. Seiring dengan meningkatnya jumlah habitat, dan semakin majunya peradaban komunitas manusia, selanjutnya wilayah-wilayah pusat kegiatannya mengekspansi ke pinggiran wilayah, sedangkan kawasan-kawasan terisolir semakin berkurang dan jarak antar kota semakin pendek dalam hal waktu. Lebih dari itu kuantitas dan kualitas baik perkotaan besar maupun perkotaan kecil tumbuh, dimana kota kecil ditumbuh kembangkan sementara kota besar semakin berkembang, sehingga area perkotaan semakin meluas.  

Daftar Pustaka 
Forum Rektor Indonesia. 2015. Naskah Akademik 2015. [diakses]. http:// fri2016.uny.ac.id/sites/fri2016.uny.ac.id/files/2.%20NASKAH%20AKADEMIS.pdf [20 Sep 2016]. 

Martono, R.V. 2016. Mengenal Konsep Tol Laut dalam Mengurangi Biaya Logistik Indonesia. SWA Online. [diakses] http://swa.co.id/swa/myarticle/mengenal-konsep-tol-lautdalam mengurangi-biaya-logistikindonesia [24 Sep 2016] 

Neraca. 2014. Distribusi Barang Lewat Laut, Indonesia Bisa Hemat Rp300 Triliun. Harian Ekonomi Neraca. [diakses] http://www.neraca.co.id/ article/49073/distribusi-baranglewat-laut-indonesia-bisa-hematrp300-triliun [20 Oct 2016].

Suparwati.dkk, T. (2015). Strategi Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia dalam Perspektif Geografi. Jakarta: Badan Informasi Geospasial. Andilas, D.D, Liana A.Y. 2017. Pelaksanaan Program Tol Laut PT Pelayaran Nasional Indonesia. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik-Vol 4 No. 1.

12/30/2019

Mengetahui Apa itu Sirkulasi Walker, El Nino dan La Nina di Indonesia?


Sirkulasi Walker terjadi karena gaya gradien yang berasal dari satu area tekanan udara tinggi di wilayah timur Samudra Pasifik dan satu area tekanan udara rendah di wilayah Indonesia. Selama periode musim panas belahan Bumi utara, Sirkulasi Walker di wilayah tropis Samudra Hindia menyebabkan berhembusnya angin barat di permukaan sementara di Samudra Pasifik dan Atlantik berhembus angin timur. Suhu dari ketiga samudra tersebut pun menjadi tidak simetris. Wilayah khatulistiwa dari Samudra Pasifik dan Atlantik pun memiliki suhu permukaan yang dingin di bagian timur sementara di Samudra Hindia, air yang lebih dingin berada di bagian barat. Perubaan suhu permukaan tersebut terjadi juga bersamaan dengan perubahan dari posisi kedalaman termoklin.

El Nino dan La Nina merupakan gejala yang menunjukkan perubahan iklim. El Nino adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru–Ekuador (Amerika Selatan yang mengakibatkan gangguan iklim secara global. Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin karena adanya up-welling (arus dari dasar laut menuju permukaan). 

Di Indonesia, angin monsun (muson) yang datang dari Asia dan membawa banyak uap air, sebagian besar juga berbelok menuju daerah tekanan rendah di pantai barat Peru–Ekuador. Akibatnya, angin yang menuju Indonesia hanya membawa sedikit uap air sehingga terjadilah musim kemarau yang panjang. Sejak tahun 1980 telah terjadi lima kali El Nino di Indonesia, yaitu pada tahun 1982, 1991, 1994, dan tahun 1997/98. El Nino tahun 1997/98 menyebabkan kemarau panjang, kekeringan luar biasa, terjadi kebakaran hutan yang hebat pada berbagai pulau, dan produksi bahan pangan turun dratis, yang kemudian disusul krisis ekonomi. El Nino juga menyebabkan kekeringan luar biasa di berbagai benua, terutama di Afrika sehingga terjadi kelaparan di Etiopia dan negara-negara Afrika Timur lainnya. Sebaliknya, bagi negara-negara di Amerika Selatan munculnya El Nino menyebabkan banjir besar dan turunnya produksi ikan karena melemahnya upwelling.

La Nina merupakan kebalikan dari El Nino. La Nina menurut bahasa penduduk lokal berarti bayi perempuan. Peristiwa itu dimulai ketika El Nino mulai melemah, dan air laut yang panas di pantai Peru – ekuador kembali bergerak ke arah barat, air laut di tempat itu suhunya kembali seperti semula (dingin), dan upwelling muncul kembali, atau kondisi cuaca menjadi normal kembali. Dengan kata lain, La Nina adalah kondisi cuaca yang normal kembali setelah terjadinya gejala El Nino. Perjalanan air laut yang panas ke arah barat tersebut akhirnya akan sampai ke wilayah Indonesia. Akibatnya, wilayah Indonesia akan berubah menjadi daerah bertekanan rendah (minimum) dan semua angin di sekitar Pasifik Selatan dan Samudra Hindia akan bergerak menuju Indonesia. Angin tersebut banyak membawa uap air sehingga sering terjadi hujan lebat. Penduduk Indonesia diminta untuk waspada jika terjadi La Nina karena mungkin bisa terjadi banjir. Sejak kemerdekaan di Indonesia, telah terjadi 8 kali La Nina, yaitu tahun 1950, 1955, 1970, 1973, 1975, 1988, 1995 dan 1999.

12/29/2019

Eksplorasi dan Eksploitasi Barang Tambang Ramah lingkungan

Eksplorasi dan eksploitasi dalam kegiatan pertambangan yang ramah lingkungan merupakan pertambangan yang aktivitasnya termasuk teknologi yang digunakannya harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini. a. Memberikan dampak negatif sekecil-kecilnya terhadap lingkungan seperti polusi udara, tanah dan air, serta limbah beracun. b. Semua kegiatan pertambangan harus dirancang dan dioperasikan sedemikan rupa sehingga memberikan rasa aman bagi para pekerjanya dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. c. Menumbuhkan rasa tanggung jawab moral dari pemerintah dan dunia industri, sehingga kegiatan pertambangan dapat terlaksana dengan aman tanpa menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan. d. Mengelola sumber barang tambang dengan baik agar dapat dimanfaatkan oleh generasi-generasi berikutnya.

A. Pemanfaatan, Efisiensi, dan Reklamasi Lokasi Pertambangan 

1. Pemanfaatan dan Efisiensi Hasil Tambang Pemanfaatan barang tambang memerlukan modal, tenaga ahli dan teknologi. Pemanfaatan barang tambang harus dilakukan untuk kemakmuran rakyat (sesuai Pasal 33 ayat 3 UUD 1945). Pelaksanaannya dapat dilakukan oleh pemerintah, swasta, dan investor asing. Secara umum, efisiensi dapat didefinisikan sebagai pemanfaatan sumber daya sebaik-baiknya agar dapat menghasilkan prosuk sebanyak-banyaknya. Efisiensi dalam proses pertambangan meliputi biaya operasional jumlah tenaga kerja, dan jumlah kekayaan alam yang akan diproduksi. Selain itu, tindakan-tindakan untuk mengatasi limbah pertambangan harus diperhitungkan juga. Tindakan tersebut antara lain menjauhkan lokasi dari permukiman penduduk dan sumber air. Hal lainnya yaitu membangun instalasi pengolahan limbah agar tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan.

2. Reklamasi Lokasi Pertambangan

Reklamasi merupakan usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi yang rusak akibat kegiatan pertambangan agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. Usaha lain yang berkaitan dengan reklamasi adalah rehabilitasi lahan san revegatasi. Rehabilitasi lahan adalah usaha memperbaiki, memulihkan kembali dan meningkatkan kondisi lahan yang rusak (kritis). Hal ini bertujuan agar lahan dapat berfungsi secara optimal, baik sebagai unsur produksi, media pengatur tata air maupun sebagai unsur perlindungan alam lingkungan.

Adapun revegetasi merupakan suatu usaha atau kegiatan penanaman kembali lahan bekas tambang. Tahapan reklamasi meliputi penyiapan dan pengaturan bentuk lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, pengelolaan lapisan tanah pucuk dan penanaman kembali.

B. Tata Kelola Pertambangan

Beberapa ketentuan pokok dalam UU No. 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara adalah sebagai berikut.
1. Usaha Pertambangan adalah kegiatan dalam rangka pengusahaan mineral atau batubara yang meiputi tahapan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pascatambang.

2. Jenis perizinan yang berkaitan dengan usaha tambang adalah sebagai berikut.
a. Izin Usaha Pertambangan (IUP) adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan .
b. Izin Pertambangan Rakyat (IPR) adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan dalam wilayah pertambangan rakyat dengan luas wilayah dan investasi terbatas.
c. Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan di suatu wilayah khusus.

3. Eksplorasi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumber daya terukur dari bahan galian serta informasi mengenai lingkungan sosial dan lingkungan hidup.

4. Operasi Produksi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan yang meliputi konstruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian termasuk pengangkatan dan penjualan serta pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan hasil studi kelayakan.

12/28/2019

MITIGASI BENCANA


Mitigasi bencana menurut Undang-undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yaitu: “Mitigasi Bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Indonesia adalah negara yang terletak di daerah zona bencana oleh karena itu kita perlu mempelajari apa itu mitigasi bencana sehingga dapat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana yang sewaktu-waktu dapat melanda. Berikut penjelasan upaya mitigasi bencana Gempa Bumi, Banjir dan Gunung Meletus.
1.    Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Langkah-langkahnya :
·      Sebelum terjadi gempa
a.    Mencari tahu tentang rumah tempat tinggal apakah berada di daerah rawan gempa atau tidak.
b.    Meletakkan perabotan rumah di tempat yang aman, dan tidak mudah jatuh, atau di almari yang dipaku.
c.    Menyediakan alat komunikasi yang tahan gempa, seperti radio yang menggunakan baterai
d.   Menyiapkan kotak P3K
e.    Memahami jalur evakuasi gempa bumi
·      Ketika terjadi gempa bumi
a.    Jangan panik dan percaya akan keselamatan diri dari bencana
b.    Jika berada di dalam gedung: segera keluar dari bangunan untuk menghindari reruntuhan  material bangunan atau bisa juga berlindung dulu di bawah meja yang kuat.
c.    Jika di luar ruangan: jangan berlindung di bawah pohon besar atau di bawah tiang listrik.
d.   Tidak berdiri di atas tanah yang mudah retak, karena dikhawatirkan longsor.
a.    Jauhilah pantai karena pantai bisa berpotensi penyebab tsunami. Jika berada di daerah pegunungan pastikan daerah yang anda tempati tidak berpotensi longsor.
b.    Jika anda sedang dalam perjalanan dengan menaiki kendaraan, maka turunlah dan matikan kendaraan anda.
·      Setelah terjadi gempa bumi
a.   Keluarlah dari dalam gedung atau bangunan apabila anda masih berada didalam gedung dan agar lebih aman hindari menggunakan lift tetapi gunakanlah tangga.
b.  Periksa terlebih dahulu kondisi fisik anda jika ada yang terluka maka segera lakukan pertolongan pertama. Periksa juga kondisi sekitar anda apakah keadaan sudah aman.
c.     Berhati-hati dan waspadalah dengan lingkungan yang baru terjadi gempa, lihatlah secara saksama apakah ada pohon atau bangunan yang berpotensi roboh, jika ada maka hindarilah agar anda selamat.
d.   Usahakanlah mencari informasi tentang pusat gempa dan berbagai informasi lain yang penting melalui saluran radio jika alat komunikasi lain belum bisa berfungsi dengan baik.
2.    Mitigasi Bencana Gunung meletus
Langkah simulasi mitigasi bencana:
Sebelum letusan, status waspada:
a.   Ungsikan seluruh anggota keluarga ke tempat yang lebih aman, atau tempat yang telah diberi petunjuk oleh pihak yang berwajib atau pemerintah daerah setempat.
b.    Amankan rumah dan kendaraan
c.    Gunakan masker pelindung atau kain basah untuk melindungi saluran pernafasan dari abu.
d.    Gunakan kacamata pelindung untuk menutupi mata dari debu yang beterbangan
e.    Siapkan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian
f.     Pantau terus informasi tentang bencana yang sedang trejadi
Saat letusan:
a.    Segera ke lokasi pengungsian bersama keluarga
b. Bertahan di lokasi pengungsian sampai ada instruksi dari pihak yang berwajib atau pemerintah daerah setempat
c.    Tenangkan seluruh anggota keluarga hingga letusan berhenti
Setelah letusan:
a.    Tetap dalam kondisi siaga terhadap gempa dan letusan susulan yang sering mengikuti letusan yang utama
b.    Siapkan anggota keluarga untuk kembali ke rumah setelah ada instruksi aman
3.   Mitigasi Bencana Banjir
Langkah simulasi mitigasi bencana banjir
a.    Jangan panik
b.    Selamatkan seluruh anggota keluarga:
- jangan biarkan anak anak dan manula berjalan sendiri
- jangan minum air banjir,karena bisa menimbulkan penyakit
c.    Ambil kebutuhan dasar, dan peralatan darurat, tempatkan dalam wadah kedap air dan tutup rapat
d. Cek saklar alur listrik. Jika masih dalam keadaan hidup segera matikan, dengan menggunakan alat bantu konduktor kering
e.   Pasang tambang di jalur evakuasi
f. Jika memungkinkan, diusahakan pindahkan pakaian, alat kerja, buku-buku penting, dan peralatan elektronik ke tempat yag lebih tinggi
g.  Pantau terus informasi bencana yang sedang terjadi
h. Buatlah pelampung dan rakit darurat dari benda benda yang bisa digunakan disekitar , antara lain galon air, botol plastik, ember plastik besar, bambu, papan kayu, pohon pisang , tong bekas, dan lain sebagainya.
i. Setelah memastikan seluruh tindakan darurat terlaksana, amankan rumah dan kendaraan dari kemungkinan penjarahan